Cara melindungi Islam Terhadap Wanita
Lelaki Inggris bertanya:
"Kenapa dalam Islam
wanita tidak boleh jabat
tangan
dengan Lelaki?"
Syeikh menjawab: "dapatkah kamu
berjabat
tangan dengan ratu
Elizabeth?
Lelaki Inggris menjawab:
"Oh tentu tidak boleh! Cuma orang-
orang tertentu
saja yang dapat
berjabat tangan dengan
ratu."
Syeikh tersenyum & berkata: “Wanita-
wanita
kami (Kaum muslimin)
adalah
para ratu, & ratu tidak
boleh berjabat tangan dengan Lelaki
sembarangan (yang
bukan
mahramnya).”
Lalu si Inggris bertanya
lagi, "Kenapa perempuan Islam
menutupi tubuh dan
rambut mereka?"
Syeikh tersenyum dan
punya 2 coklat, ia
membuka yang pertama terus yang
satu lagi tertutup. Dia
melemparkan keduanya
ke lantai yang kotor.
Syeikh bertanya: “Jika
saya meminta Anda untuk mengambil satu
coklat, mana
yang Anda pilih?"
Si Inggris menjawab:
"Yang tertutup...”
Syeikh berkata: “Itulah cara kami
memperlakukan dan
melihat perempuan
kami.”
Si Inggris menjawab:
"Wow Islam is Amazing...”
Friday, 1 August 2014
Menahan Amarah
edisi lebaran
"sorga itu disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." QS. Ali Imran/ 3: 133-134.
Ada kisah yang sering ditulis dalam buku-buku tentang cucu Rasulullah SAW, Al-Imam Ali Zainal Abidin (Ali bin Husain bin Fatima putri Rasulullah). Kisah tentang seorang mukmin yang pemaaf dan suka akan kebaikan.
Pada suatu ketika seorang pembantu menuangkan air wudhu kepada Sang Imam. Tiba-tiba kendi yang dia bawa jatuh dan melukai wajahnya. Takut tuannya memarahinya dia menyitir penggalan ayat 134 dari Surah Ali Imran:
"Wal-kaadzimiina al-ghaidza .. ,, ''sifat seorang muttaqi adalah pandai menahan amarah."
"Iya .. saya telah menahan amarahku," kata Imam Ali.
"Wal-'aafiinaa 'aninnaas .. dan sifat seorang muttaqi adalah gemar memaafkan kesalahan orang lain," sambung pembantu itu, meneruskan penggalan berikutnya.
"Iya .. saya juga telah memaafkan kesalahanmu," jawab Imam Ali.
"Wallaahu yuhibbu al-muhsiniin .. , Allah menyukai orang-orang yang suka akan kebajikan ..," pembantu itu semakin berpengharapan.
"Dan kamu sekarang telah bebas-merdeka (dari kebudakan) .." kata Imam Ali mengamalkan ayat yang dibacakan pembantunya.
Subhanallooh,,,Allooh Maha Pemurah
Di hari yang fitri ini, kami sekeluarga mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri
"sorga itu disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." QS. Ali Imran/ 3: 133-134.
Ada kisah yang sering ditulis dalam buku-buku tentang cucu Rasulullah SAW, Al-Imam Ali Zainal Abidin (Ali bin Husain bin Fatima putri Rasulullah). Kisah tentang seorang mukmin yang pemaaf dan suka akan kebaikan.
Pada suatu ketika seorang pembantu menuangkan air wudhu kepada Sang Imam. Tiba-tiba kendi yang dia bawa jatuh dan melukai wajahnya. Takut tuannya memarahinya dia menyitir penggalan ayat 134 dari Surah Ali Imran:
"Wal-kaadzimiina al-ghaidza .. ,, ''sifat seorang muttaqi adalah pandai menahan amarah."
"Iya .. saya telah menahan amarahku," kata Imam Ali.
"Wal-'aafiinaa 'aninnaas .. dan sifat seorang muttaqi adalah gemar memaafkan kesalahan orang lain," sambung pembantu itu, meneruskan penggalan berikutnya.
"Iya .. saya juga telah memaafkan kesalahanmu," jawab Imam Ali.
"Wallaahu yuhibbu al-muhsiniin .. , Allah menyukai orang-orang yang suka akan kebajikan ..," pembantu itu semakin berpengharapan.
"Dan kamu sekarang telah bebas-merdeka (dari kebudakan) .." kata Imam Ali mengamalkan ayat yang dibacakan pembantunya.
Subhanallooh,,,Allooh Maha Pemurah
Di hari yang fitri ini, kami sekeluarga mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Labels:
idul fitri
Pesantren Pesisir Laut
Seperti halnya pondok Pesantren Lirboyo,Pondok Pesantren Sarang adalah Pondok dimana disitu namanya di ambil dari nama desa ataupun kecamatan.Sama Juga seperti Lirboyo, di sarang ini juga banyak berdiri Pondok Pesantren dan rata2 pengasuhnya masih ada hubungan keluarga,istilah santrinya yaitu masih dzuriyah.Sarang Adalah nama sebuah Kecamatan paling timur dari kabupaten Rembang Jawa tengah.Sarang berbatasan dengan kabupaten Tuban sekaligus Penanda perbatasan Jawa timur dan Jawa tengah.
Berdirinya desa karangmangu
Kepemimpinan beliau di teruskan oleh menantunya yaitu KH. Umar bin Harun, pada masa inilah perkembangan Pondok Pesantren Sarang mencapai puncaknya, sehingga pada tahun 1880 m beliau wafat, kemudian pengasuh pesantren di lanjutkan KH. Fathurrahman putra Kyai Ghozali sampai tahun 1926 m. setelah beliau wafat di teruskan oleh Kyai Syua'ib ( Menantu Kyai Ghozali ) dengan di bantu oleh putra-putranya yaitu, KH. Ahmad bin Syua'ib, masa kepemimpinannya ini berlangsung sampai tahun 1928 m. setelah wafatnya kyai syua'ib Pondok Pesantren Sarang berkembang menjadi dua. Sebelah utara jalan raya bernama Ma,Had I'lmi Syari' ( MIS ) yang di asuh oleh beliau KH.Imam Kholil. Sejak sa'at itulah berdiri Pondok Pesantren yang lainnya seperti PP. Mansyaulhuda (PMH) sekarang di asuh oleh beliau KH. Abu na'im, PP. Al Amin di asuh oleh beliau KH. ‘Ali masyfu', dan pondok pesantren Al-Anwar yang di asuh oleh beliau KH. Maimoen Zubair bin Dahlan.
Berdirinya PP AL ANWAR
Berdirinya desa karangmangu
Karangmangu adalah sebuah desa di tepi utara Jawa Tengah bagian timur. Termasuk bagian dari kecamatan Sarang kabupaten Rembang. Semula Karangmangu bernama Karangkembang, pada masa itu mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani seperti kebanyakan penduduk jawa, sebagian lagi sebagai nelayan. Penduduk tesebut merupakan campuran antara suku Jawa dan Madura yang telah berasimilasi, oleh karena itu terdapat 4 desa yang bernama Bajingjawa,Bajingmadura,Sarangjawa dan Sarangmadura, keempatnya bersebelahan.
Kala itu terjadi perpindahan penduduk dari Sedayu Gersik ke Sarang karena mereka di kejar bangsa Belanda akibat tidak mau bekerja sama dengan bangsa kolonial itu, mereka datang secara berkala dan berkelompok, para pendatang itulah yang akhirnya membawa angin yang positif bagi warga Sarang. Mereka mulai mengembangkan cara pencarian ikan yang semula dengan cara sederhana di ganti dengan cara yang lebih maju, hingga pada akhirnya perekonomian penduduk kian hari kian terangkat.
Masjid Pertama
Penduduk Sarang setiap hari Jum'at selalu pergi ke Masjid di desa Balitung, sebuah desa sebelah barat Sarang sekitar 3,5 km untuk mengerjakan Sholat Jum'at(sekarang cukup dengan ongkos 2000. Hal ini di karenakan tidak adanya Masjid di Sarang. Budaya ini berlanjut sampai KH.Syua'ib yang wafat pada tahun 1358 H. Masjid Balitung merupakan masjid pertama yang ada di Sarang dan sekitarnya' begitu juga Pondok Pesantrennya. Disebut desa Balitung karena orang yang pertama kali berdakwah di sana berasal dari desa Balitung sebuah desa yang berada di Sumatra,,ya benar desanya para Laskar Pelangi itu hehehe. Dan pada akhirnya da'i tersebut di kenal dengan sebutan Wali Balitung.
Perkembangan Agama Islam
Perkembangan Islam di Balitung mencapai puncaknya pada masa Kiyai ‘Abdullah Sajad yang sangat di kenal oleh penduduk setempat. Hanya saja sejarah kehidupannya tidak di ketahui secara pasti. Suatu ketika KH. Ghozali bersama menantunya yakni KH. Syua'ib menghadiri pemakaman salah satu pendudukl di sana, tiba-tiba sa'at penggalian qubur ,penduduk di kejutkan dengan di temukannya jasad mayat yang masih utuh seperti mayat yang baru saja di quburkan, lalu KH.Zubair dahlan [ pada masanya ] menanyakan tentang jasad mayat tersebut kepada Kyai Syua'ib. sedangkan beliau menyangka bahwa itu adalah jasad Kyai ‘Abdullah Sajad, tetapi di jawab oleh KH. Syua'ib setelah melakukan Istikhoroh memohon petunjuk kepada Allah, roh Kyai Syua'ib bisa bertemu langsung dengan roh jasad tersebut, akhirnya di ketahui bahwa jasad tersebut adalah jasad dari salah satu murid Kyai Sajad.
Pondok Balitung merupakan awal keberadaan Pondok Pesantren Sarang dan sekitarnya. Sebagai Masyayekhnya yang terkenal kala itu adalah Kyai Hasan Mursyidin yang pernah menulis tafsir jalalain .
Berdirinya Pesantren Sarang
Roda zamanpun berputar seiring dengan kerasnya kehidupan nelayan, maka muncullah sosok yang menjadi cikal bakal berdirinya pondok pesantren di Sarang, mempunyai ribuan santri, beliau adalah Saliyo Bin Lanah ( KH. Ghozali ) seorang dermawan yang suka beramal untuk perkembangan agama guna mengembangkan dan melestarikan ajaran Rosulillah SAW, antara lain dengan mengajak penduduk Sarang untuk meninggalkan kepercayaan Animisme dan Dinamisme kepada ajaran yang benar yaitu Islam.(Diantara karya-karya beliau adalah kitab salaf yang di tulis dengan tangannya antara lain tafsir jalalin, fathul mu'in, bulughulmarom dan lainnya. Yang sekarang masih tersimpan rapi dan di rawat oleh Almarhum Almaghfurlah KH. Faqih Imam Pengasuh PP. MIS dan Almarhum Almaghfurlah KH. Abdurrohim Pengasuh PP MUS.)
Pada suatu hari, kala Camat Sarang selesai mengadakan pemantauan di Wilayahnya dengan menunggang kuda ke arah barat untuk pulang, secara tiba-tiba beliau merasakan gelap gulita seakan tak ada yang hendak di lewati. Tetapi betapa terkejutnya dia, ketika melihat pancaran sinar terang dari arah depan, lalu diapun turun dari kudanya untuk mendekati asal pancaran sinar tersebut. Dan alangkah takjubnya dia sa'at mengetahui bahwa sinar tersebut bukan sinar biasa tetapi pancaran nur dari wajah KH. Ghozali yang duduk di tepi jalan sambil membuat tambang. Akhirnya pada lain waktu Camat Sarang itupun sowan pada Kyai Ghozali seraya berjanji akan beribadah dan akan mewaqofkan langgar di Sarang sebagai rasa syukur. mengajarkan ajaran agama pada santrinya yang pada waktu itu terbatas pada penduduk setempat. kiprah beliau sebagai tokoh masyarakat dan agama sangat di segani. Dan dalam qurun waktu yang tidak begitu lama perkembangan pesantren sangat cepat dan pesat. Waktupun bergulir dan sudah menjadi garis kehidupan bahwa akhirnya Kyai Ghozali wafat pada tahun 1856 M.
Kepemimpinan beliau di teruskan oleh menantunya yaitu KH. Umar bin Harun, pada masa inilah perkembangan Pondok Pesantren Sarang mencapai puncaknya, sehingga pada tahun 1880 m beliau wafat, kemudian pengasuh pesantren di lanjutkan KH. Fathurrahman putra Kyai Ghozali sampai tahun 1926 m. setelah beliau wafat di teruskan oleh Kyai Syua'ib ( Menantu Kyai Ghozali ) dengan di bantu oleh putra-putranya yaitu, KH. Ahmad bin Syua'ib, masa kepemimpinannya ini berlangsung sampai tahun 1928 m. setelah wafatnya kyai syua'ib Pondok Pesantren Sarang berkembang menjadi dua. Sebelah utara jalan raya bernama Ma,Had I'lmi Syari' ( MIS ) yang di asuh oleh beliau KH.Imam Kholil. Sejak sa'at itulah berdiri Pondok Pesantren yang lainnya seperti PP. Mansyaulhuda (PMH) sekarang di asuh oleh beliau KH. Abu na'im, PP. Al Amin di asuh oleh beliau KH. ‘Ali masyfu', dan pondok pesantren Al-Anwar yang di asuh oleh beliau KH. Maimoen Zubair bin Dahlan.
Berdirinya PP AL ANWAR
Pondok Pesantren Al-Anwar semula hanya berupa bangunan Musholla yang berada di muka Ndalem KH. Maimoen Zubair, Musholla tersebut di gunakan sebagai mengaji para santri yang berdomisili di Pondok Pesantren di Sarang. lama kelamaan ada beberapa santri yang berkeinginan menetap di musholla tersebut. Supaya lebih leluasa dalam mengaji dan berkhidmah kepada Kyai Maimoen. Oleh mereka pondok kecil tersebut di berinama POHAMA (Pondok Haji Maimoen). Ini terjadi sekitar tahun 1967 M. Nama Pohama di ubah menjadi Pondok Pesantren Al-Anwar , pengambilan nama ini di maqsudkan untuk mengenang jasa dan cita-cita ayahandanya KH. Anwar Dahlan. Nama ini adalah nama KH. Zubair Dahlan setelah menunaikan Ibadah Haji.
Melihat situasi dan kondisi pada sa'at itu, akhirnya pada tahun 1971 M. Mushola tersebut di renovasi dengan membuat bangunan di atasnya yakni Khos Darussalam (DS) dan sebuah kantor yang terletak di sebelah timur Ndalem Kyai Maimoen. Setelah dua tahun, jumlah santri lebih dari 175 orang. Akhirnya pada tahun 1973 M. di belilah sebidang tanah sebelah timur pondok lalu di bangun Khos Darunna'im (DN). Setelah itu pada tahun 1975 M.di bangun lagi Khos Nurulhuda (NH).
Seiring dengan perkembangan PP. Al-Anwar pada tahun 1979 M. Kyai Maimoen di bantu sepenuhnya oleh istri beliau merintis berdirinya Pondok Pesantren Putri Al Anwar yang berkolasi di belakang rumah beliau, perkembangannyapun cukup pesat, hingga pada tahun 2006 berjumlah sekitar 600 santri. Kemudian pada tahun 1980 M.di bangun Khos Al-Firdaus (AF) yang kala itu santri berjumlah 250 orang. Pada tahun 1986 M. grafik jumlah santri naik menjadi 800 orang dan guna memenuhi fasilitas yang di butuhkan dibangunlah Khos Assalam (AS). Pada tahun 1995 M jumlah santri semakin bertambah mencapai 1500 santri, lalu di bangunlah Khos Darusshohihain (DH) yang di asuh langsung oleh putra beliau KH.Muhammad Najih Maimoen. Selanjutnya pada tahun 1996 M. di bangun komplek Tahfizdil Qur'an yang terletak di muka Ndalem Kyai Najih yang di asuh oleh istri beliau. Dikarenakan jumlah santri semakin meningkat, tercatat pada tahun 2005 M. mencapai 1600 santri maka dilakukanlah perenovasian dan penambahan gedung Khos Darunna'im (DN), dan juga pada tahun 2004 dibangun juga Ruwaq Darut Tauhid (DT) yang setelah pengerjaannya digunakan sebagai tempat Multaqo XIV Alumni sayyid Muhammad Alawi Al Maliki. guna untuk melengkapi fasilitas Pondok, maka dibangunlah gedung berlantai lima Gudung Serbaguna yang pada tanggal 4 Maret 2004 diresmikan langsung oleh Wakil presiden RI DR. Hamzah Haz. sampai sekarang yakni tahun 2006 M jumlah santri mencapai 2000 santri.
Adapun sistim Pendidikan PP. Al-Anwar secara umum tidak berbeda dengan Pondok-Pondok pesantren lainnya yang ada di Sarang. Para santri di haruskan belajar di Madrasah Ghozaliyyah Syafi'iyyah ( MGS ) atau Pendidikan Muhadloroh ( MHD ) pada pagi hari dan PPL Iqnaudz Dzakirin sebagai jenjang lanjutan bagi lulusan MGS/MHD. Selain itu santri juga wajib mengikuti pengajian kitab kepada para Masyayikh atau Asatidz. Salah satu kegiatan yang wajib diikuti adalah Mudzakaroh, yang diadakan oleh Lembaga Pendidikan yang ada ataupun oleh Pondok sendiri. Adapun Mudzakaroh yang di adakan oleh Pondok Al-Anwar adalah Fatchul Qorib untuk kelas II, III A'liyah dan V,VI Muhadloroh, Fatchul Mu'in, Ibnu A'qil, Aljauharu Maknun untuk mutakhorrijin MGS atau MHD, dan Ushul Fiqh untuk kelas I,II,III A'liyah dan IV,V,VI Muhadloroh. Sedangkan kegiatan selain kegiatan harian antara lain : Pengadaan Mauqufah ( Bahtsul Masail )meliputi pembahasan masalah terkini, bahstsul Manhaji disetiap bulan, Nadwah Fiqhiyyah setahun sekali dengan mendatangkan delegasi dari berbagai Pondok Pesantren yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan banyak aktifitas pondok lainnya.
Sumber (Kalender PP AL ANWAR,Website PP AlAnwar dan http://santrisarang.blogspot.com)
Labels:
Kisah
Wednesday, 30 July 2014
Puasa Syawal
Salah satu dari pintu-pintu kebaikan adalah melakukan puasa.
Kenapa ketika puasa Ramadhan ditambah 6 hari puasa bln Syawal bagaikan puasa setahun?
Kuncinya adalah Hadist Qudsi:
Marilah bonus ini jangan disia-siakan. Meski saya sendiri blm puasa Syawal karena takut mengecewakan tuan rumah ketika saya menolak hidangannya. Takut dibilang riya'. Takut ga kuat silaturrahmi. Tapi ketakutan tersebut adalah MODUUS aja. Alasan utamanya adalah eman-eman kalo ga bisa merasakan jajan lebaran yg munculnya setahun sekali, he..he..
Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal, yang ini termasuk karunia agung dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, dengan kemudahan mendapatkan pahala puasa setahun penuh tanpa adanya kesulitan yang berarti
Semoga sebelum Syawal berlalu, kita bisa berpuasa. Khususnya yg punya hutang puasa Ramadlan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ …
“Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, …” (HR. Tirmidzi, hadits ini hasan shohih)
أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ …
“Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, …” (HR. Tirmidzi, hadits ini hasan shohih)
Kenapa ketika puasa Ramadhan ditambah 6 hari puasa bln Syawal bagaikan puasa setahun?
Kuncinya adalah Hadist Qudsi:
يقول الله عز وجل; "من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها".
Allooh berfirman; "Siapa saja melakukan kebaikan, maka dia berhak mendapatkan sepuluh kali lipatnya".
Jadi ketika puasa bln Ramadhan = 1 bulan(29/30) X 10 = 10
bln. Puasa 6 hari X 10 = 60 hari (2 bln). Total 10 bln + 2 bln = 12 bln
(setahun). Allooh berfirman; "Siapa saja melakukan kebaikan, maka dia berhak mendapatkan sepuluh kali lipatnya".
Marilah bonus ini jangan disia-siakan. Meski saya sendiri blm puasa Syawal karena takut mengecewakan tuan rumah ketika saya menolak hidangannya. Takut dibilang riya'. Takut ga kuat silaturrahmi. Tapi ketakutan tersebut adalah MODUUS aja. Alasan utamanya adalah eman-eman kalo ga bisa merasakan jajan lebaran yg munculnya setahun sekali, he..he..
Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.”(H.R muslim)Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal, yang ini termasuk karunia agung dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, dengan kemudahan mendapatkan pahala puasa setahun penuh tanpa adanya kesulitan yang berarti
Semoga sebelum Syawal berlalu, kita bisa berpuasa. Khususnya yg punya hutang puasa Ramadlan.
Labels:
Amalan,
idul fitri
Bukan Hantu Sembarangan
Hantu yg patut di tiru :
1. Tuyul
Masih kecil udah mandiri, bisa cari uang sendiri
1. Tuyul
Masih kecil udah mandiri, bisa cari uang sendiri
2. Kuntilanak
Susah senang selalu tertawa, ini menunjukkan kepribadian kuntilanak ini optimis.
3. pocong
Dari dulu bajunya nggak pernah ganti, artinya dia tidak tertarik pada fashion, sangat bersahaja.
4. Nyi Roro Kidul
Walau selalu menetap di lautan, tapi pakaiannya selalu lengkap dan sopan, dia nggak pake baju renang, artinya dia selalu menjaga etika dan kehormatan.
5. Jelangkung
Datang nggak di undang, pulang nggak diantar, artinya dia nggak mau merepotkan orang lain.
6. Genderuwo
Ini adalah makhluk halus yang paling istimewa, walau mukanya jelek, ancur, badannya bau, pokonya jorok dan menakutkan tapi sifatnya sangat sabar. Buktinya dia mau baca tulisan ini sampai habis. makasih hehehehe
Susah senang selalu tertawa, ini menunjukkan kepribadian kuntilanak ini optimis.
3. pocong
Dari dulu bajunya nggak pernah ganti, artinya dia tidak tertarik pada fashion, sangat bersahaja.
4. Nyi Roro Kidul
Walau selalu menetap di lautan, tapi pakaiannya selalu lengkap dan sopan, dia nggak pake baju renang, artinya dia selalu menjaga etika dan kehormatan.
5. Jelangkung
Datang nggak di undang, pulang nggak diantar, artinya dia nggak mau merepotkan orang lain.
6. Genderuwo
Ini adalah makhluk halus yang paling istimewa, walau mukanya jelek, ancur, badannya bau, pokonya jorok dan menakutkan tapi sifatnya sangat sabar. Buktinya dia mau baca tulisan ini sampai habis. makasih hehehehe
Tuesday, 29 July 2014
Artisnya Nahwu
Artis Ilmu Nahwu
Keinget Waktu Kejar setoran Hafalan di pondok,,aku kumpulin aja dr berbagai sumber tulisan tentang kang zaid yang terkenal se antero bumi mengalahkan yang membuat namanya hehehe.
Dalam kitab-kitab nahwu, seperti Jurumiyah, ‘imrithi, Alfiyah dan lain-lain, nama Zaid dan ‘Amr bisa dikatakan sebagai selebiriti. Bagaimana tidak, keduanya sering disebutkan dalam berbagai contoh masalah-masalah nahwiyah. Seperti “Ja’a Zaidun” atau “dlaraba Zaidun ‘Amran”. Ada pertanyaan menggelitik, mengapa harus Zaidun dan Amrun yang sering dijadikan contoh? Jawabannya jelas bahwa ini hanya sekadar contoh untuk lebih memberikan pemahaman yang mendalam terhadap para pemula dalam belajar tata bahasa Arab ini.
Dalam Ilmu nahwu sendiri lafad Zaidun Bukan Tanpa alasan dan sebab, karena para ulama nahwu memakai nama zaidun mendapat barokah seperti nama zaidun itu sendiri.nama zaidun merupakan turunan kata atau dalam istilah santri yaitu musytaq dari akar kata Za, Ya, Da yg memiliki arti annumuw (bertambah), nama zaidun bagi para pencari ilmu diharapkan dengan nama tsb bertambah baginya ilmu dan keberkahan.
Keinget Waktu Kejar setoran Hafalan di pondok,,aku kumpulin aja dr berbagai sumber tulisan tentang kang zaid yang terkenal se antero bumi mengalahkan yang membuat namanya hehehe.
Dalam kitab-kitab nahwu, seperti Jurumiyah, ‘imrithi, Alfiyah dan lain-lain, nama Zaid dan ‘Amr bisa dikatakan sebagai selebiriti. Bagaimana tidak, keduanya sering disebutkan dalam berbagai contoh masalah-masalah nahwiyah. Seperti “Ja’a Zaidun” atau “dlaraba Zaidun ‘Amran”. Ada pertanyaan menggelitik, mengapa harus Zaidun dan Amrun yang sering dijadikan contoh? Jawabannya jelas bahwa ini hanya sekadar contoh untuk lebih memberikan pemahaman yang mendalam terhadap para pemula dalam belajar tata bahasa Arab ini.
Dalam Ilmu nahwu sendiri lafad Zaidun Bukan Tanpa alasan dan sebab, karena para ulama nahwu memakai nama zaidun mendapat barokah seperti nama zaidun itu sendiri.nama zaidun merupakan turunan kata atau dalam istilah santri yaitu musytaq dari akar kata Za, Ya, Da yg memiliki arti annumuw (bertambah), nama zaidun bagi para pencari ilmu diharapkan dengan nama tsb bertambah baginya ilmu dan keberkahan.
Ada cerita unik mengenai hal ini. Dalam kitab An-Nadharat karya Syaikh
Musthafa Luthfi bin Muhammad Luthfi Al-Manfalti (w=1343) Juz 1 hlm 307,
Disebutkan bahwa konon ada salah seorang menteri dalam pemerintahan
Daulah Utsmaniyah yaitu Daud Basya ingin belajar Bahasa Arab. Lalu dia
mendatangkan salah seorang ulama untuk mengajarinya. Setiap kali sang
guru menjelaskan I’rab Rafa’ dan Nashab atau fa’il dan maf’ul, ia
mencontohkan dengan lafadz “Dharaba Zaidun ‘Amran”, yang berarti Zaid
memukul Amr. Sang menteri lalu bertanya:
“Apa kesalahan Amr sampai-sampai Zaid memukulnya tiap hari?, Apakah Amr
punya kedudukan lebih rendah dari pada Zaid sehingga Zaid bebas
memukulnya, menyiksanya dan Amr tidak bisa membela dirinya?”
Sang menteri menanyakan ini sambil menghentakkan kakinya ke tanah dengan marah-marah.
Gurunya menjawab :"Tidak ada yang memukul dan tidak ada yang dipukul!.
Ini hanya contoh saja yang dibuat ulama nahwu untuk lebih memudahkan
untuk belajar kaidah-kaidah nahwu”.
Rupanya jawaban ini tidak memuaskan hati sang menteri. Dia marah, lalu ia penjarakan ulama yang telah mengajarinya itu.
Kemdian ia menyuruh orang mencari ulama nahwu lain. Ia menanyakan
pertanyaan tersebut kepada mereka. Jawabannya sama, hingga banyak di
negerinya terpenjara akibat jawaban yang tidak dapat memuaskan hatinya.
Penjara penuh dengan para ulama dan madrasah-madrasah semakin sunyi.
Kejadian ini menjadi pembahasan di mana-mana, hingga sang menteri
mengutus anak buahnya untuk menjemput para ulama-ulama ahli Nahwu dari
Bagdad. Mereka datang menghadiri udangan menteri dipimpin seorang ulama
yang paling alim, cerdas, cakap, dan cerdik.
Di hadapan para ahli Nahwu Baghdad ini, Daud Basya bertanya lagi: “Apa kesalahan Amr' hingga ia selalu dipukul Zaid?”
Ulama itu menjawab: “Kesalahan Amr adalah karena ia telah mencuri huruf wawu yang seharusnya itu milik Anda”.
Ia menunjuk adanya huruf wawu dalam lafadz Amr setelah huruf ro’. Ia
melanjutkan jawabannya: “Dan huruf wawu ini lah yang saharusnya ada
dalam lafadz Daud. Lihat! Wawu lafadz Daud hanya satu, yang seharusnya
ada dua!”.
Selanjutnya ia berkata: “Oleh sebab itu, para ulama nahwu memberikan
wewenang kepada Zaid untuk selalu memukul Amr, sebagai hukuman atas
perbuatannya itu!”.
Mendengar jawaban itu, Sang menteri benar-benar puas dan memuji ulama
tersebut. Ia menawarkan hadiah, apa saja yg kamu kehendaki. Namun ulama
itu menjawab: “Aku hanya memohon agar para ulama yang anda penjarakan
segera dibebaskan”.
Sang Menteri mengabulkannya dan memberikan hadiah kepada para ulama bagdad tersebut. Wallahu A’lam.
Ceritadi atas diambil dr kitab
النظرات للشيخ مصطفى لطفي بن محمد لطفي المنفلوطي المتوفى ١٣٤٣ هجرية بمصر
Dalam jilid 1 halaman 307 di ceritakan
أراد داود باشا أحد الوزراء السالفين في الدولة العثمانية أن يتعلم اللغة العربية فأحضر أحد علماءها
سأل شيخه يوما ما الذي جناه عمرو من الذنوب حتى استحق أن يضربه زيد كل يوم ويقتله تقتيلا ويبرح به هذا التبريح المؤلم
وهل بلغ عمرو من الذل والعجز منزلة من يضعف عن الانتقام لنفسه وضرب ضاربه ضربة تقضى عليه القضاء الأخير
سأل شيخه هذا السؤال وهو يتحرق غيظا وحنقا ويضرب الأرض بقدميه
فأجابه الشيخ : ليس هناك ضارب ولا مضروب
وإنما هي أمثلة يأتي بها النحاة لتقريب القواعد من أذهان المتعلمين
فلم يعجبه هذا الجواب
فغضب عليه وأمر بسجنه
ثم أرسل إلى نحوي آخر فسأله كما سأل الأول فأجابه بنحو جوابه فسجنه كذالك
ثم مازال يأتي بهم واحدا بعد واحد حتى امتلأت السجون وأفقرت المدارس
وأصبحت هذه القضية المشئومة الشغل الشاغل له عن جميع قضايا الدولة ومصالحها
ثم بدا له أن يستوفد علماء بغداد فأمر بإحضارهم فحضروا وقد علموا قبل الوصول إليه ماذا يراد بهم
وكان رئيس هؤلاء العلماء بمكانة من الفضل والحذق والبصر بموارد الأمور ومصادرها
فلما اجتمعوا في حضرة الوزير أعاد عليهم السؤال بعينه
فقال داود الوزير ما هي جنايته
فقال له إنه هجم على اسم مولانا الوزير واغتصب منه الواو فسلط النحويون عليه زيدا يضربه كل يوم جزاء وقاحته وفضوله
يشير إلى زيادة واو عمرو وإسقاط الواو الثانية من داود في الرسم
فأعجب الوزير بهذا الجواب كل الإعجاب
وقال لرئيس العلماء :أنت أعلم من أقلته الغبراء وأظلته الخضراء فاقترح علي ما تشاء
فلم يقترح عليه سوى إطلاق سبيل العلماء المسجونين
فأمر بإطلاقهم وأنعم عليهم وعلى علماء بغداد بالجوائز والصلات
النظرات للشيخ مصطفى لطفي بن محمد لطفي المنفلوطي المتوفى ١٣٤٣ هجرية بمصر
Dalam jilid 1 halaman 307 di ceritakan
أراد داود باشا أحد الوزراء السالفين في الدولة العثمانية أن يتعلم اللغة العربية فأحضر أحد علماءها
سأل شيخه يوما ما الذي جناه عمرو من الذنوب حتى استحق أن يضربه زيد كل يوم ويقتله تقتيلا ويبرح به هذا التبريح المؤلم
وهل بلغ عمرو من الذل والعجز منزلة من يضعف عن الانتقام لنفسه وضرب ضاربه ضربة تقضى عليه القضاء الأخير
سأل شيخه هذا السؤال وهو يتحرق غيظا وحنقا ويضرب الأرض بقدميه
فأجابه الشيخ : ليس هناك ضارب ولا مضروب
وإنما هي أمثلة يأتي بها النحاة لتقريب القواعد من أذهان المتعلمين
فلم يعجبه هذا الجواب
فغضب عليه وأمر بسجنه
ثم أرسل إلى نحوي آخر فسأله كما سأل الأول فأجابه بنحو جوابه فسجنه كذالك
ثم مازال يأتي بهم واحدا بعد واحد حتى امتلأت السجون وأفقرت المدارس
وأصبحت هذه القضية المشئومة الشغل الشاغل له عن جميع قضايا الدولة ومصالحها
ثم بدا له أن يستوفد علماء بغداد فأمر بإحضارهم فحضروا وقد علموا قبل الوصول إليه ماذا يراد بهم
وكان رئيس هؤلاء العلماء بمكانة من الفضل والحذق والبصر بموارد الأمور ومصادرها
فلما اجتمعوا في حضرة الوزير أعاد عليهم السؤال بعينه
فقال داود الوزير ما هي جنايته
فقال له إنه هجم على اسم مولانا الوزير واغتصب منه الواو فسلط النحويون عليه زيدا يضربه كل يوم جزاء وقاحته وفضوله
يشير إلى زيادة واو عمرو وإسقاط الواو الثانية من داود في الرسم
فأعجب الوزير بهذا الجواب كل الإعجاب
وقال لرئيس العلماء :أنت أعلم من أقلته الغبراء وأظلته الخضراء فاقترح علي ما تشاء
فلم يقترح عليه سوى إطلاق سبيل العلماء المسجونين
فأمر بإطلاقهم وأنعم عليهم وعلى علماء بغداد بالجوائز والصلات
Monday, 28 July 2014
والله أعلمُ
Wallahu a’lam (والله أعلمُ) adalah
ungkapan yang biasa ditulis di akhir sebuah tulisan keagamaan (Islam).
Arti wallahu a’lam adalah “Dan Allah Yang Lebih Tahu (Mahatahu)”.
Penulisan wallahu a’lam yang benar adalah ada koma di atas atau tanda petik tunggal (‘) setelah huruf “a” dan sebelum huruf “l” dalam kata a’lam.
Pasalnya, menurut literatur bahasa Arab, kata a’lam ( أعلم) itu berasal dari ‘alima ( علم) yang artinya “tahu”.
Maksud ungkapan wallahu a’lam di akhir tulisan adalah pengakuan keterbatasan ilmu-pengetahuan sang penulis sekaligus pernyataan bahwa Allah sajalah yang paling tahu, Mahatahu, atau pemilik segala pengetahuan. Allah pula yang paling tahu pasti kebenaran atau sosulsi suatu masalah.
Tidak jarang ada tulisan wallahu a’lam yang keliru di akhir sebuah tulisan. Bisa jadi ia khilaf, lupa, atau bahkan sekadar “latah”, ikut-ikutan, tapi tidak paham, sehingga menuliskan wallahu a’lam-nya begini: wallahu ‘alam (koma di atas sebelum huruf “a”).
Tanda petik tunggal atau koma di atas (‘) dalam wallahu a’lam itu transliterasi bahasa Indonesia untuk huruf ‘ain dalam bahasa Arab (seperti Jum’ah, Ka’bah, Bid’ah, Ma’ruf, dan sebagainya). Wallahu a’lam bish-shawabi.
Copas dari http://www.komunikasipraktis.com/arti-wallahu-alam-dan-penulisan-wallahu-alam-yang-benar/#.U9bRXW2ZjIU
Pasalnya, menurut literatur bahasa Arab, kata a’lam ( أعلم) itu berasal dari ‘alima ( علم) yang artinya “tahu”.
Arti Wallahu A’lam Bish-Shawabi
Ungkapan walllahu a’lam sering pula ditambahkan ungkapan “bish-shawabi” yang artinya “yang sebenarnya/kebenaran hakikinya” –sehingga menjadi “wallahu a’lam bish-shawab” ( (والله أعلمُ بالـصـواب) yang berarti “Dan Allah Mahatahu yang benar/yang sebenarnya”. Shawab = benar/kebenaran. Bahasa Inggrisnya: And Allah Knows the Right.Maksud ungkapan wallahu a’lam di akhir tulisan adalah pengakuan keterbatasan ilmu-pengetahuan sang penulis sekaligus pernyataan bahwa Allah sajalah yang paling tahu, Mahatahu, atau pemilik segala pengetahuan. Allah pula yang paling tahu pasti kebenaran atau sosulsi suatu masalah.
Tidak jarang ada tulisan wallahu a’lam yang keliru di akhir sebuah tulisan. Bisa jadi ia khilaf, lupa, atau bahkan sekadar “latah”, ikut-ikutan, tapi tidak paham, sehingga menuliskan wallahu a’lam-nya begini: wallahu ‘alam (koma di atas sebelum huruf “a”).
Tanda petik tunggal atau koma di atas (‘) dalam wallahu a’lam itu transliterasi bahasa Indonesia untuk huruf ‘ain dalam bahasa Arab (seperti Jum’ah, Ka’bah, Bid’ah, Ma’ruf, dan sebagainya). Wallahu a’lam bish-shawabi.
Copas dari http://www.komunikasipraktis.com/arti-wallahu-alam-dan-penulisan-wallahu-alam-yang-benar/#.U9bRXW2ZjIU
Labels:
Amalan
Subscribe to:
Comments (Atom)




